![]() |
BARISAN MUDA
|
| Sekretariat : Jl. Mahkamah
No.3A - B MEDAN Telp.(061)567664 E-mail : bmpan-su@writeme.com |
Persatuan dan Kesatuan adalah slogan yang sudah biasa kita dengar. Baik melalui televisi maupun pidato para pembesar negara ini. Memang kita sadari makna persatuan dan kesatuan sangat tepat untuk menggambarkan kebersamaan masyarakat yang majemuk. Sehingga selama puluhan tahun kita terlena akan gambaran yang bagus mengenai persatuan dan kesatuan bangsa ini.
Kini dimasa reformasi terbukti bahwa kesatuan dan persatuan yang digembar-gemborkan tersebut hanya tong kosong yang berbunyi nyaring. Sangat rapuh, hanya dalam waktu 3 bulan setelah suksesi tragis Kepemimpinan Nasional; negara kita terancam bubar?. Karena adanya berbagai tuntutan dari berbagai daerah dikarenakan ketidak adilan dan masalah HAM. Baik dari daerah ujung Timur (Irian) maupun daerah ujung Barat (Aceh).
Ternyata selama orde baru kita tertipu!. Kue pembangunan hanya dinikmati sebahagian kecil saja masyarakat Indonesia, sedangkan hasil bumi dan kekayaan alam di daerah dikuras untuk pemerintah pusat. Masalah SARA juga bagai api dalam sekam.
Tentu saja, permasalahan diatas sangat mengkhawatirkan. Apalagi dengan terjadinya berbagai kerusuhan yang terkadang berbau SARA. Kemudian krisis ekonomi yang kian parah. Sehingga bagaimanapun juga krisis ini telah membawa bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang miskin dan lemah.
Memang sebuah krisis, adalah kombinasi antara bahaya dan kesempatan. Krisis itu juga yang menjadi tantangan kita untuk menemukan usaha menyelamatkan keadaan. Ketika kita berbicara "Reformasi". Itulah sebenarnya acara kita; perbaikan besar-besaran atas sistem politik yang telah membawa Indonesia ke jalan macet. Yang disuarakan berbagai kampus ditanah air dalam Revolusi Mei; ialah tumbangnya kekuasaan Soeharto hanyalah syarat bagi dari reformasi. Bukan tujuan akhir, bukan pula satu-satunya sasaran. Kita mau tidak mau harus menyiapkan jalan agar Indonesia disusun kembali, seakan-akan dilahirkan kembali. Dengan badan yang bangun dan dengan jiwa yang bangkit.
Maka ketika Dr.H.M. Amien Rais seorang Tokoh Reformasi berinisiatif mendirikan sebuah partai politik yang terbuka, yang bersifat lintas agama, lintas ras, lintas golongan dan lintas suku menuju komitmen bersama untuk membangun bangsa dan negeri ini, kami para aktivis kampus, aktivis organisasi sosial kemasyarakatan pemuda, usahawan muda serta pekerja muda melihat bahwa inilah semacam solusi untuk menciptakan saling asah, asih dan asuh diantara kemajemukan dan perbedaan masyarakat Indonesia tersebut.
Maka kami yang sangat menyetujui visi dan misi dari Bapak Amien Rais tersebut pada tanggal 09 Agustus 1998 telah mendeklarasikan berdirinya Forum Pendukung Partai Dr.H.M. Amien Rais di Sumatera Utara.
Seiring dengan perjalan waktu, yang kini setiap detik perubahan terus terjadi. Forum berupaya mengumpulkan berbagai informasi dan juga menjalin komunikasi aktif dengan Bapak Dr.H.M. Amien Rais. Kini PARTAI AMANAT NASIONAL telah dideklarasikan pada tanggal 23 Agustus 1998 di Jakarta oleh Dr.H.M. Amien Rais beserta segenap tokoh dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mempunyai tekad menjadikan kekuasaan sebagai amanat untuk menegakkan keadilan, membela akum lemah, berpihak kepada kebenaran.
Semakin jelaslah arah perjuangan partai tersebut, maka dengan penuh keyakinan kami deklarasikan pembentukkan BARISAN MUDA PARTAI AMANAT NASIONAL Sumatera Utara.
BARISAN MUDA PAN dibentuk untuk menjadi organisasi pendukung dan ujung tombaknya Partai Amanat Nasional. Untuk Sumatera Utara BARISAN MUDA PAN akan berupaya bersama pengurus cabang PAN yang ada di daerah-daerah untuk membentuk kepengurusan PAN Sumatera Utara.
Akhirnya BARISAN MUDA PAN mengajak para generasi muda Sumatera Utara yang mempunyai visi dan misi yang sama untuk bergabung!.
| Medan, 30 Agustus 1998.
BARISAN MUDA |